Selasa, 27 Maret 2012

Raden Saleh Art Gallery

Raden Saleh Art Gallery Paintings
Raden Saleh Syarif Bustaman adalah seorang tokoh seniman lukis pertama dari indonesia yang yang memiliki karya - karya beraliran romantisme seperti Teodore Gericault dan Delacoix, lahir di ( Terbaya, 1814 -1880 ), dari keluarga Tumenggung Kyai Ngabehi Kertoboso Bustaman (1681-1759), putra keluarga bangsawan pribumi terkenal di Indonesia pada jamannya dan bertalian darah langsung dengan Sultan dari Kerajaan Mataram. Keluarga Bustaman menguasai 20 kabupaten dan paling sedikit 7 keluarga Bupati diseluruh Indonesia, dan dikenang atas dukungan heroiknya bagi perjuangan kemerdekaan Pangeran Diponegoro.
Keluarga kami sangat menderita atas dukungan kesetiaan kami bagi Pangeran Diponegoro. seperti halnya sepupu Raden Saleh yaitu Raden Sukur dan adiknya (juga bernama) Raden Saleh, anak dari Bupati Semarang yang terkenal dan sangat disayang oleh rakyat, Kyai Raden Adipati Suryamanggala yang juga berjuang bersama Pangeran Diponegoro.
Dikarenakan oleh hal ini, Ayah Raden Sukur bersama adiknya ditahan oleh Belanda pada tahun 1825 dan dibuang/diusir keluar wilayah.
Setelah pengkhianatan yang berakibat tertangkapnya Pangeran Diponegoro oleh Jenderal De Kock, Pangeran Raden Saleh pindah ke Eropa dimana dia belajar dibawah bimbingan dari pelukis Belgia Antonio Payen, pelukis Belanda A. Schelfhouf dan C. Kruseman di Den Haag.
Walalupun dia merupakan seniman lukis Indonesia pertama yang melukis dengan gaya barat, fakta bahwa dia mengekspresikan individualitas dan kreatifitas pada karya-karyanya (berlawanan dengan gaya tradisional yang menekankan pada reproduksi bentuk dan gaya yang sudah ada), telah membuka jalan bagi seniman-seniman Indonesia untuk mengekspresikan ide-ide secara lebih bebas.
Dari Kruseman-lah Pangeran Raden Saleh mempelajari ketrampilannya sebagai seniman lukis potret atau portraitist, dan oleh karenanyalah dia diterima diberbagai istana di Eropa untuk bertugas terutama untuk membuat lukisan potret. Dari tahun 1839, dia melewatkan 5 tahun di Istana Ernst I dan Grand Duke (Adipati) of Saxe-Coburg-Gotha yang belakangan menjadi pelindungnya. Dari Schelfhout-lah Pangeran Raden Saleh mempelajari ketrampilan menjadi seniman lukis lansekap.

Pangeran Raden Saleh kembali ke Indonesia pada tahun 1851 setelah hidup di Eropa selama 20 tahun dan kemudian menikah dengan keluarga berpengaruh dari Kesultanan Yogyakarta. Dia meneruskan pekerjaannya melukis, memproduksi potret aristokrat Jawa, dan banyak lagi lukisan lansekap. Pangeran Raden Saleh meninggal pada tanggal 23 April 1880 setelah kembali dari perjalanan keduanya ke Eropa demi mengunjungi keluarganya di Eropa untuk yang terakhir kali.
Sejak saat itu, Pangeran Raden Saleh menjadi Bintang Utama/Superstar seni Indonesia yang dicintai dan dihormati. Tiga tahun setelah hari meninggalnya, karya agungnya dipertunjukkan pada Eksibisi/Pameran Dunia di Amsterdam pada tahun 1883 disebuah paviliun spesial yang dinamakan Paviliun Raden Saleh. 
Salah satu kreasi Raden Saleh yang paling mengharukan adalah lukisan cat minyak “Penangkapan Pangeran Diponegoro” yang dikembalikan ke Indonesia oleh Istana Kerajaan Belanda pada tahun 1978. Saat ini lukisan tersebut dipajang di Museum Istana Jakarta. Dalam lukisan tersebut, Pangeran Raden Saleh sengaja melukis kepala dari pimpinan pasukan Belanda besar, sebagai simbol dari keangkuhan dan arogansi Belanda serta membuat sosok yang patut “ditertawakan” dibandingkan dengan sosok yang serasi dari rakyat Indonesia. 
Ciri-ciri karya lukisan Raden Saleh :
  • Bergaya natural dan romantisme
  • Kuat dalam melukis potret dan binatang
  • Pengaruh romantisme Eropa terutama dari Delacroix.
  • Pengamatan yang sangat baik pada alam maupun binatang
dibawah ini adalah beberapa contoh karya raden saleh :
raden saleh oil paintings 
klik artworks untuk melihat lebih besar

More

Tidak ada komentar:

Posting Komentar